Sebuah permainan dalam mengadu nasib yang kental dengan kondisi psikologis manusia. Kenapa bisa dibilang seperti itu? Karena permainan judi tidak pernah mengesampingkan yang namanya tekanan, adrenaline dan rasa ketagihan alias penasaran. Mulai dari pertanyaan sederhana seperti “apakah saya akan memenangkan permainan kali ini?” hingga pertanyaan macam “berapa banyak yang saya akan menangkan sekarang?” akan selalu berputar di setiap kepala pemain judi.

Berjudi Membuat Sebuah Control Ilusi

Otak kita didesain untuk over PD alias kelewat percaya diri dalam permainan ini. Misalnya dalam contoh judi bola, dimana kita mungkin akan yakin terhadap sebuah tim yang kita rasa akan menang. Analisa ini sedikit banyak berdasarkan pengetahuan umum atau kondisi ketika judi bola tersebut dimainkan. Namun ingat, ada nilai odds yang harus dikalahkan dan nilainya selalu “menguntungkan bandar” alias lebih aman pada sisi bandar.

Hanya saja, karena kelewat PD biasanya seorang pemain judi mengesampingkan nilai odds yang beredar. Dan memilih yakin kepada tim unggulannya akan menang melewati nilai voor yang sudah ditetapkan. Kepercayaan diri yang terlalu tinggi seringkali membuat beberapa pemain judi lalai dan tumbang di permainan ini.

Taruhan Saya HAMPIR Menang

Ini adalah pendapat kedua mengenai psikologi bermain judi. Yakni perasaan menentramkan diri ketika mengalami kekalahan dengan mengatakan “hampir menang”. Padahal kemungkinan anda mengalami kekalahan bukan hanya hampir, namun bisa dibilang 50% saja alias fifty-fifty.

Perasaan menenangkan diri sendiri ini yang membuat seorang pemain judi terjerumus kembali kedalam sebuah permainan judi. Berdasarkan pendapat inilah para pemain judi profesional selalu mengatakan bahwa, ketika kita sudah kalah selama tiga kali beruntun maka sudah saatnya kita untuk berhenti sejenak. Mengingat, kebanyakan pemain judi pemula semakin meningkatkan frekwensi permainannya dengan sebuah harapan “saya akan menang kali ini”.

Pilihan Pribadi

Selanjutnya ada pilihan pribadi yang selalu menghantui setiap pilihan pemain judi dalam memasang taruhan. Seperti yang sudah dijelaskan diawal, bahwa pemain judi selalu merasa over PD dengan pilihannya tanpa menimbang-nimbang odds yang sedang beredar. Dalam sebuah situasi tertentu, pada judi bola misalnya, seorang fans sebuah tim tentu akan mendukung timnya sendiri. Pilihan ini tentunya tanpa mempertimbangkan handicap yang sedang dimainkan oleh bandar. Dan pertanyaanya adalah apakah tim idola mereka ini bisa mengalahkan handicap yang sedang beredar?

Pilihan pribadi inilah yang membuat banyak sekali bandar menaruh odds atau handicap yang cukup tinggi untuk sebuah tim dengan massa fans yang banyak. Itulah kenapa pada sebuah pertandingan yang menampilkan tim kelas dunia atau papan atas sebuah liga akan menampilkan odds dengan bilangan ¾. Biasanya memang nilai ¾ masuk nilai yang cukup ambigu dan banyak mengecoh pemain judi. Mengingat, tim mereka mungkin saja menang atas tim lawan, namun tidak mengalahkan odds bandar.

Menang Sedikit Sudah Senang

Ini yang paling berbahaya sebenarnya. Mengingat pencapaian inilah yang sering dikesampingkan oleh para pemain judi yang sudah mengalami kemenangan. Dengan kemenangan yang bisa dihitung dengan jari mereka sudah sesumbar telah “mengalahkan bandar”.

Kenapa mereka bisa berfikir seperti ini? Karena dalam permainan judi kental dengan perasaan “pengambilan resiko” dan memang pada faktanya, mengambil resiko dan memenangkannya selalu menyenangkan. Dan terkadang melupakan beberapa faktor x seperti keberuntungan yang datang beberapa kali saja. Atau… lupa terhadap rasio kekalahan yang lebih sering ditemui.